
Pattani, Thailand – Pengalaman unik sekaligus penuh tantangan dirasakan oleh Maura Felisya, mahasiswi Program Studi Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, selama mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Pattani, Thailand Selatan. Program KKN Internasional ini merupakan bagian dari upaya UIN Palopo dalam memperkuat jejaring global serta meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui pengabdian lintas negara.
Pada kegiatan pengabdian hariannya, Maura mendapat kesempatan mengajar di kelas yatim yang setara dengan kelas 3 sekolah dasar. Namun, proses pembelajaran tidak selalu berjalan mudah. Perbedaan bahasa menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.
“Di kelas hanya ada dua siswa yang bisa berbahasa Melayu, sementara sebagian besar siswa menggunakan bahasa Thailand dalam komunikasi sehari-hari,” ungkap Maura.
Kondisi tersebut membuatnya harus mencari berbagai cara agar materi pembelajaran tetap dapat dipahami siswa. Pengalaman ini sekaligus membuka wawasan baru tentang pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya dalam dunia pendidikan internasional.
Selain mengajar di kelas, Maura juga mengikuti kegiatan mingguan siswa yang dilaksanakan di aula sekolah. Berbagai aktivitas edukatif dan keagamaan dilaksanakan untuk membentuk karakter serta meningkatkan keterampilan peserta didik.
Menurut Maura, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dirinya menyadari bahwa sekolah-sekolah di Pattani memiliki kebiasaan melaksanakan upacara setiap hari. Tradisi tersebut berbeda dengan yang biasa ditemuinya di Indonesia dan menjadi pengalaman baru selama menjalani KKN Internasional.
“Awalnya saya cukup terkejut karena ternyata di sekolah ini upacara dilaksanakan setiap hari. Ini menjadi pengalaman yang menarik karena budaya sekolah di sini berbeda dengan yang saya temui di Indonesia,” tuturnya.
Menjelang Hari Raya Iduladha, Maura juga terlibat dalam kegiatan pra-Iduladha yang diselenggarakan pihak sekolah. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberikan pembelajaran praktik mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban serta manasik haji sejak usia dini.

Baginya, kegiatan tersebut menjadi bukti kuat bahwa pendidikan agama di Pattani tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga melalui praktik langsung yang mendekatkan siswa dengan nilai-nilai keislaman.
“Saya baru mengetahui bahwa sebelum Iduladha ada kegiatan khusus di sekolah. Murid-murid diajarkan cara menyembelih hewan kurban dan juga manasik haji. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” jelasnya.
Di balik berbagai pengalaman menarik tersebut, Maura mengakui bahwa mengelola siswa dalam jumlah besar bukanlah hal yang mudah. Ia merasakan secara langsung bagaimana tantangan yang dihadapi seorang guru ketika harus mengatur kelas, terlebih dengan keterbatasan bahasa.
“Baru sekarang saya benar-benar merasakan bahwa menjadi guru itu tidak mudah. Mengatur murid yang banyak dengan perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri,” katanya.
Meski demikian, berbagai hambatan yang ditemui tidak mengurangi semangatnya untuk terus belajar dan beradaptasi. Justru pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga yang memperkaya wawasan akademik, sosial, dan budaya selama menjalani KKN Internasional di Thailand.
Melalui program KKN Internasional yang diselenggarakan UIN Palopo, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdikan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga belajar memahami keberagaman budaya, sistem pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat di negara lain. Pengalaman yang diperoleh Maura Felisya di Pattani menjadi salah satu bukti nyata bahwa pengabdian lintas negara mampu membentuk karakter, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas perspektif mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
#Jalur3UINPalopo