
Pattani, Thailand – Semangat pengabdian tidak mengenal batas negara maupun bahasa. Hal inilah yang dirasakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Muh. Tadun Kariem, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), saat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Pattani, Thailand.
Pada 20 Mei 2026, Muh. Tadun Kariem mendapat kesempatan mengajar di salah satu sekolah di Pattani. Pengalaman tersebut menjadi momen berharga sekaligus tantangan baru baginya karena harus berinteraksi langsung dengan guru dan peserta didik yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya berbeda.
Sejak memasuki ruang kelas, Tadun menyadari bahwa perbedaan bahasa menjadi tantangan utama dalam proses pembelajaran. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk berbagi ilmu. Dengan penuh kreativitas, ia memanfaatkan bahasa isyarat, gerakan tubuh, serta ekspresi wajah sebagai sarana komunikasi dengan para siswa.
Suasana belajar yang awalnya terasa canggung perlahan berubah menjadi lebih hangat. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, sementara para guru turut membantu menjembatani komunikasi selama proses pembelajaran berlangsung.
“Bahasa memang menjadi tantangan terbesar karena kami belum sepenuhnya saling memahami. Namun, melalui bahasa isyarat dan komunikasi nonverbal, kami tetap dapat saling mengerti. Dari situ saya belajar bahwa keinginan untuk memahami satu sama lain jauh lebih penting daripada perbedaan bahasa,” ungkap Tadun.
Baginya, pengalaman mengajar di Thailand bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan tentang kehidupan masyarakat internasional. Ia berkesempatan mengenal budaya baru, membangun hubungan dengan masyarakat setempat, serta memahami bagaimana pendidikan menjadi jembatan yang mampu menyatukan berbagai perbedaan.
Interaksi yang terjalin selama berada di sekolah memberikan kesan mendalam. Kehangatan para guru dan keramahan peserta didik membuat proses adaptasi berlangsung lebih mudah. Meski berasal dari negara yang berbeda, semangat untuk belajar dan berbagi menjadi bahasa universal yang menyatukan mereka.
Program KKN Internasional yang diikuti mahasiswa UIN Palopo ini tidak hanya berfokus pada kegiatan pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi wadah penguatan kompetensi global mahasiswa. Melalui pengalaman langsung di lingkungan internasional, mahasiswa didorong untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas jejaring global, serta mengembangkan sikap toleransi dan keterbukaan terhadap keberagaman.
Kisah Muh. Tadun Kariem menjadi salah satu potret nyata bagaimana mahasiswa UIN Palopo mampu hadir sebagai duta kampus dan duta bangsa di tingkat internasional. Di tengah keterbatasan bahasa, ia berhasil membangun komunikasi, berbagi pengetahuan, dan menjalin persahabatan dengan masyarakat Thailand.
Melalui program KKN Internasional, UIN Palopo terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, dan perspektif global. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di Thailand diharapkan menjadi bekal berharga dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung tanpa batas.
Lebih dari sekadar mengajar, pengalaman ini mengajarkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk menyatukan manusia dari berbagai latar belakang. Ketika kata-kata sulit dipahami, ketulusan, semangat berbagi, dan persahabatan mampu menjadi bahasa yang dimengerti oleh semua orang.
#Jalur3UINPalopo
#KKNINTERNASIONAL