Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Mahasiswa PAI UIN Palopo Edukasi Siswa Vokasi tentang Pemanfaatan AI yang Cerdas dan Beretika

Palopo – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan literasi digital yang baik, termasuk dalam memahami dan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) secara tepat. Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan AI di sejumlah sekolah vokasi di Kota Palopo.

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa UIN Palopo mengajak para siswa untuk memahami AI tidak hanya sebagai teknologi masa depan, tetapi juga sebagai alat yang dapat mendukung proses belajar, pengembangan keterampilan, dan persiapan memasuki dunia kerja.

Salah satu pelatihan dilaksanakan di SMKN 4 Palopo dan diikuti oleh siswa dari berbagai program keahlian, di antaranya Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG), Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan ketika mahasiswa memaparkan perkembangan teknologi digital yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan dan industri.

Dalam sesi pemaparan materi, peserta diajak mengenal konsep dasar kecerdasan buatan, prinsip kerja AI, serta berbagai peluang dan tantangan yang muncul seiring meningkatnya penggunaan teknologi tersebut. Mahasiswa juga menjelaskan bagaimana AI saat ini dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, bisnis, hingga industri kreatif.

 

Tidak hanya berfokus pada teori, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktik kepada peserta. Siswa diperkenalkan dengan berbagai platform digital berbasis AI yang dapat membantu proses pembelajaran, penyusunan tugas, penerjemahan bahasa, pembuatan desain grafis, hingga peningkatan kemampuan menulis. Melalui simulasi langsung, para siswa belajar memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung produktivitas dan kreativitas mereka.

Ketua tim mahasiswa menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan hanya mengenalkan teknologi AI, tetapi juga membangun pola pikir kritis dalam penggunaannya. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir analitis agar pengguna tidak bergantung sepenuhnya pada hasil yang diberikan oleh sistem AI.

“AI dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, pengguna tetap harus melakukan verifikasi informasi, berpikir kritis, serta memahami etika dalam memanfaatkan teknologi digital,” ujarnya.

Selain membahas manfaat AI, mahasiswa juga mengingatkan siswa mengenai berbagai risiko yang perlu diwaspadai, seperti penyebaran informasi yang tidak akurat, pelanggaran hak cipta, hingga potensi penyalahgunaan teknologi untuk tindakan yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, literasi digital menjadi aspek penting yang harus dimiliki generasi muda di era transformasi digital saat ini.

Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut guru pendamping, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan siswa sekolah vokasi yang dipersiapkan untuk menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan dunia kerja yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PAI UIN Palopo berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi era digital. Selain memperkuat kompetensi teknologi, edukasi ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan kebijaksanaan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai bagian dari kehidupan modern.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Palopo dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi digital masyarakat. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan teknologi secara cerdas, kreatif, dan berintegritas.

#

Tinggalkan komentar

Translate »