Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Mahasiswa KKN Internasional UIN Palopo Abdul Rosyid Berbagi Pengalaman Mengajar dan Membina Karakter Siswa di Pattani, Thailand

Pattani, Thailand – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tidak hanya menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan pengalaman lintas budaya yang berharga bagi para mahasiswa. Hal tersebut dirasakan oleh Abdul Rosyid, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) UIN Palopo, selama menjalankan KKN Internasional di Burana Islamic School, Pattani, Thailand.

Selama mengikuti program tersebut, Abdul Rosyid terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan, keagamaan, hingga pembinaan karakter siswa. Beragam aktivitas yang dijalani menjadi pengalaman baru sekaligus tantangan yang memperkaya wawasan dan keterampilannya sebagai calon pendidik sekaligus duta akademik UIN Palopo di tingkat internasional.

Salah satu kegiatan yang diikuti adalah pertemuan wali santri yang dihadiri oleh manajer sekolah, para guru, serta orang tua siswa. Dalam kegiatan tersebut, Abdul Rosyid mendapat kehormatan menjadi pembaca ayat suci Al-Qur’an sekaligus memperkenalkan diri kepada seluruh guru dan wali santri. Kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dengan lingkungan sekolah dan masyarakat setempat.

Meski mengikuti kegiatan seorang diri karena menjadi satu-satunya mahasiswa KKN di lokasi tersebut, Abdul Rosyid tetap berusaha mendokumentasikan setiap momen semaksimal mungkin. Ia mengaku sedikit kesulitan karena tidak memiliki rekan yang dapat membantu mengambil dokumentasi selama kegiatan berlangsung.

“Saya sangat senang dapat dipercaya membaca ayat suci Al-Qur’an dan memperkenalkan diri di hadapan para guru serta orang tua siswa. Walaupun berada di lokasi KKN seorang diri, saya tetap berusaha menikmati setiap proses dan mengambil dokumentasi semampu saya,” ungkap Abdul Rosyid.

Dalam aktivitas keseharian di sekolah, Abdul Rosyid juga dipercaya memimpin pelaksanaan salat Dhuha berjamaah, membaca Surah Al-Kahfi, serta memimpin pembacaan sepuluh surah pendek bersama guru dan para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya budaya religius yang diterapkan di lingkungan Burana Islamic School.

Menjelang perayaan Iduladha, sekolah juga memberikan pembinaan akhlak kepada para siswa melalui penyampaian kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai bentuk pendidikan karakter. Selain itu, Abdul Rosyid mengamati budaya yang sangat positif di sekolah, yakni kebiasaan para guru yang selalu mengucapkan salam ketika berpapasan dengan sesama guru maupun warga sekolah.

Di bidang akademik, Abdul Rosyid mendapat amanah mengajar mata pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Melayu. Awalnya, perbedaan bahasa menjadi tantangan tersendiri dalam proses belajar mengajar. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai mampu memahami cara berkomunikasi para siswa sehingga suasana pembelajaran menjadi lebih akrab dan menyenangkan.

“Awalnya saya cukup kesulitan memahami bahasa yang digunakan para siswa. Namun, sedikit demi sedikit saya mulai memahami cara mereka berbicara sehingga proses belajar menjadi lebih cair, penuh canda tawa, dan terasa menyenangkan,” tuturnya.

Pengalaman menarik lainnya adalah ketika Abdul Rosyid mengetahui bahwa sebagian besar siswa belum begitu familiar dengan huruf alfabet Latin (ABCD). Dalam kesehariannya, mereka lebih banyak menggunakan tulisan Arab Pegon untuk menuliskan Bahasa Melayu. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menyampaikan materi pembelajaran yang menggunakan huruf Latin.

Selain mengajar di kelas, Abdul Rosyid juga membimbing praktik salat siswa bersama salah seorang guru yang membantu menerjemahkan instruksi ke dalam bahasa yang dipahami peserta didik. Ia mengaku tantangan terbesar dalam kegiatan tersebut adalah mengatur barisan saf salat karena tidak semua siswa memahami bahasa Indonesia maupun bahasa Melayu baku yang digunakannya.

Meski menghadapi kendala komunikasi, Abdul Rosyid tetap menikmati proses pembelajaran tersebut. Baginya, kesabaran, kemampuan beradaptasi, serta kerja sama dengan guru setempat menjadi kunci utama agar proses pembelajaran berjalan dengan baik.

Seluruh rangkaian kegiatan selama KKN Internasional memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi Abdul Rosyid. Selain memperdalam pengalaman mengajar di lingkungan pendidikan internasional, ia juga belajar memahami budaya masyarakat Thailand Selatan, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta menanamkan nilai-nilai pengabdian melalui pendidikan dan dakwah.

Melalui program KKN Internasional ini, mahasiswa UIN Palopo tidak hanya membawa nama baik kampus di tingkat global, tetapi juga berkontribusi dalam mempererat hubungan pendidikan dan budaya antara Indonesia dan Thailand melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan keagamaan, serta penguatan karakter generasi muda.

#Jalur3UINPalopo
#KKNInternasional

Tinggalkan komentar

Translate »