Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Mahasiswa UIN Palopo Perkuat Literasi Digital dan Pengabdian Masyarakat Melalui KKN Internasional di Pattani, Thailand

PATTANI, THAILAND – Semangat mengabdi tanpa batas negara kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Thailand. Salah satu peserta program tersebut, Audiah Rezky Perdanah, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syariah UIN Palopo, berhasil memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, literasi digital, dan pemberdayaan masyarakat selama melaksanakan pengabdian di salah satu lembaga pendidikan Islam di Provinsi Pattani, Thailand Selatan.

Program KKN Internasional menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus memperluas wawasan global melalui interaksi langsung dengan masyarakat internasional. Bagi Audiah, pengalaman tersebut bukan hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang memperkaya kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejak hari pertama bertugas, Audiah mendapat sambutan hangat dari keluarga besar sekolah. Ia diberikan kesempatan oleh mudir sekolah untuk memperkenalkan diri di hadapan seluruh guru dan peserta didik saat apel pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kesempatan tersebut menjadi langkah awal membangun kedekatan dengan warga sekolah sekaligus memperkenalkan UIN Palopo sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan jejaring kerja sama internasional.

Tidak hanya terlibat dalam kegiatan pendidikan formal, Audiah juga mendampingi mudir sekolah bersama pengelola yayasan dalam pertemuan bersama para wali santri. Forum tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus evaluasi bersama antara pihak sekolah dan orang tua santri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para wali santri diberikan kesempatan menyampaikan kritik, saran, dan masukan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan yayasan.

Fokus utama pengabdian Audiah berada di laboratorium komputer sekolah. Hampir setiap hari ia membimbing siswa dari berbagai jenjang pendidikan untuk mengenal teknologi informasi melalui pembelajaran dasar komputer. Materi yang diberikan meliputi pengenalan perangkat komputer, penggunaan Microsoft Office, pembuatan dokumen, pengoperasian aplikasi pendukung pembelajaran, hingga pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva.

Pendampingan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masing-masing siswa. Bagi siswa baru, pembelajaran dimulai dari pengenalan bagian-bagian komputer dan cara mengoperasikannya. Sementara itu, siswa tingkat lanjut memperoleh pendampingan dalam menyelesaikan tugas sekolah berbasis komputer, termasuk pembuatan foto folio sebagai salah satu persyaratan administrasi kelulusan.

Selain meningkatkan kemampuan digital peserta didik, Audiah juga menginisiasi kegiatan kreatif berupa pelatihan desain batik bersama siswa dan guru. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak memadukan kreativitas dengan pemanfaatan teknologi digital sehingga mampu menghasilkan karya yang menarik sekaligus menumbuhkan minat terhadap seni dan budaya.

Aktivitas pengabdian tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Bersama mahasiswa KKN lainnya, Audiah turut mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan pesantren bersama para santri sebagai bentuk implementasi nilai gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Pada malam hari setelah salat Magrib, ia juga ikut mendampingi ayah mudir pesantren yang akrab disapa “Atok” dalam mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada anak-anak kampung yang rutin mengikuti salat berjamaah di masjid pesantren. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman spiritual yang memberikan kesan mendalam selama menjalankan KKN Internasional.

Momentum Hari Raya Iduladha menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Audiah bersama masyarakat mengikuti pelaksanaan salat Iduladha, penyembelihan hewan kurban, hingga tradisi makan bersama yang menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim Thailand Selatan. Kehangatan masyarakat juga terlihat melalui undangan silaturahmi ke rumah salah seorang guru sebagai bentuk penghormatan kepada mahasiswa yang sedang melaksanakan pengabdian.

Selain menjalankan program kerja, mahasiswa KKN juga memanfaatkan waktu untuk mengenal budaya lokal bersama rekan-rekan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Indonesia, termasuk mahasiswa UIN Jember. Mereka mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti pembacaan Surah Yasin bersama di pelataran masjid pesantren serta mendoakan kaum muslimin yang telah wafat. Pengalaman tersebut semakin mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat setempat.

Di balik seluruh aktivitas yang dijalani, Audiah mengakui bahwa tantangan terbesar selama melaksanakan KKN Internasional adalah perbedaan bahasa. Komunikasi dengan siswa sering kali membutuhkan penjelasan secara perlahan, penggunaan bahasa tubuh, serta demonstrasi langsung agar materi dapat dipahami dengan baik. Selain itu, kemampuan siswa dalam menggunakan komputer juga sangat beragam sehingga proses pendampingan harus dilakukan dengan penuh kesabaran.

Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga. Rasa gugup yang sempat dirasakan pada awal mengajar perlahan berubah menjadi rasa percaya diri setelah melihat antusiasme siswa dalam mengikuti setiap materi yang diberikan. Momen paling membahagiakan baginya adalah ketika siswa yang sebelumnya belum mampu mengoperasikan komputer akhirnya berhasil menyelesaikan tugas secara mandiri dengan penuh semangat.

“Awalnya saya merasa takut karena harus mengajar di lingkungan baru dengan bahasa yang berbeda. Namun setelah melihat semangat adik-adik dalam belajar, rasa takut itu perlahan hilang. Kebahagiaan terbesar adalah ketika mereka berhasil memahami materi dan tersenyum bangga atas pencapaian mereka,” ungkap Audiah.

Melalui Program KKN Internasional, mahasiswa UIN Palopo tidak hanya menjalankan amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi duta pendidikan dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Kehadiran mahasiswa di Pattani menjadi bukti bahwa kolaborasi pendidikan lintas negara mampu memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas wawasan global bagi generasi muda.

Program ini diharapkan terus menjadi jembatan kerja sama antara UIN Palopo dan berbagai lembaga pendidikan di luar negeri, sehingga semakin banyak mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar, mengabdi, dan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

#Jalur3UINPalopo
#KKNInternasional

Tinggalkan komentar

Translate »