
Palopo – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo sukses menyelenggarakan Global Cultural Immersion Program (GCIP) 2026 yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026 di Kota Palopo dan Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Kegiatan bertaraf internasional ini menghadirkan 18 mahasiswa internasional dari berbagai negara untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya, kearifan lokal, serta nilai-nilai moderasi beragama dan ecotheologi yang hidup di Tanah Luwu.
Mengusung tema “Ancestral Roots: Exploring Luwu’s Culture Through the Lens of Moderation and Ecotheology”, program ini menjadi wadah pertukaran budaya sekaligus sarana pembelajaran lintas negara yang memperkuat pemahaman peserta terhadap hubungan antara warisan budaya, kehidupan sosial masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Sebanyak 18 mahasiswa internasional yang mengikuti kegiatan ini berasal dari delapan negara, yaitu Thailand, Timor Leste, Pakistan, Nigeria, Sudan, Burkina Faso, Bangladesh, dan Suriah. Para peserta merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, antara lain Universitas Hasanuddin, UIN Alauddin Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Mega Buana Palopo, Universitas Muhammadiyah Palopo, serta UIN Palopo sebagai tuan rumah penyelenggara.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan masyarakat Luwu. Di Kota Palopo, para peserta diperkenalkan dengan sejarah dan identitas budaya Luwu melalui diskusi, kunjungan budaya, serta interaksi dengan masyarakat lokal. Sementara itu, di Kecamatan Rongkong, peserta merasakan secara langsung kehidupan masyarakat pegunungan yang masih menjaga tradisi leluhur serta harmonisasi antara manusia dan alam.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengenalan budaya, tetapi juga menyoroti pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang damai dan inklusif. Melalui berbagai sesi diskusi dan refleksi, peserta diajak memahami bagaimana nilai-nilai toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Luwu.

Selain itu, konsep ecotheologi turut menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Peserta mempelajari bagaimana masyarakat lokal memandang alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestariannya. Pendekatan ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa internasional mengenai hubungan antara agama, budaya, dan lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan GCIP 2026 juga menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring internasional, serta memperkuat pemahaman lintas budaya. Interaksi yang terjalin selama kegiatan menciptakan suasana belajar yang dinamis dan memperkaya wawasan peserta mengenai keberagaman yang ada di Indonesia maupun dunia.
Sebagai tuan rumah, UIN Palopo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi melalui berbagai program kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara. Melalui Global Cultural Immersion Program 2026, UIN Palopo tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal Luwu kepada dunia internasional, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan yang mendorong dialog antarbudaya, moderasi beragama, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Diharapkan, pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti GCIP 2026 dapat menjadi bekal berharga dalam membangun pemahaman global yang lebih inklusif, toleran, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi jembatan promosi budaya Luwu di tingkat internasional.
#Jalur3UINPalopo