Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Mahasiswi Internasional UIN Palopo Asal Thailand Ikuti The 9th International Cultural Program 2026 di Universitas Hasanuddin

Makassar – Mahasiswi internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo asal Thailand, Nurahayateeh Salaeh dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), turut berpartisipasi dalam The 9th International Cultural Program (ICP) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS). Kegiatan bertaraf internasional ini berlangsung di Kota Makassar dan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dengan mengusung tema “Exploring the Maritime Culture of South Sulawesi”.

Keikutsertaan Nurahayateeh Salaeh menjadi salah satu bentuk komitmen UIN Palopo dalam mendukung mahasiswa internasional untuk memperluas wawasan akademik, memperkuat pemahaman lintas budaya, serta membangun jejaring internasional melalui berbagai program kolaboratif antarkampus.

Program yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan materi akademik, eksplorasi budaya, pelestarian lingkungan, hingga interaksi langsung dengan masyarakat lokal.

Pada hari kedua, Selasa (30/6/2026), kegiatan diawali dengan Opening Ceremony yang menjadi penanda resmi dimulainya The 9th International Cultural Program 2026. Para peserta kemudian mengikuti sesi pengenalan Universitas Hasanuddin (UNHAS Overview) sebelum mengikuti sejumlah kelas budaya, di antaranya Unity and Diversity, The Maritime Adventure of South Sulawesi People, serta Traditional Values of Bugis-Makassar. Rangkaian kegiatan hari tersebut ditutup dengan makan malam bersama di atas Kapal Phinisi, yang memberikan pengalaman unik menikmati budaya maritim Sulawesi Selatan.

Memasuki hari ketiga, Rabu (1/7/2026), peserta memperoleh wawasan mengenai hubungan sejarah masyarakat Bugis-Makassar dengan berbagai negara di masa lampau. Selain itu, mereka mengikuti workshop alat musik tradisional Kecaping, pelatihan tari tradisional Bugis-Makassar, serta berkesempatan berkeliling kampus Universitas Hasanuddin sebelum bertolak menuju Kepulauan Selayar.

Setibanya di Selayar pada Kamis (2/7/2026), para peserta mengunjungi Museum Nekara untuk mempelajari sejarah dan warisan budaya yang dimiliki daerah kepulauan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memahami perkembangan peradaban maritim di Sulawesi Selatan.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat pesisir berlangsung pada Jumat (3/7/2026) melalui kegiatan Coastal Life Experience: Copra, Culture, and Community. Dalam kegiatan tersebut, peserta berdiskusi mengenai ekosistem maritim pesisir, mengunjungi kampung pandai besi, menyaksikan proses produksi kopra, hingga mengikuti perlombaan permainan tradisional Indonesia, yaitu Engrang, yang semakin mempererat hubungan antarpeserta dari berbagai negara.

Pada Sabtu (4/7/2026), peserta menjelajahi kawasan mangrove di Pasi Gusung, melakukan kegiatan island hopping, berinteraksi dengan masyarakat pesisir, serta berpartisipasi dalam aksi penanaman bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Sementara itu, hari terakhir rangkaian kegiatan di Selayar, Minggu (5/7/2026), diisi dengan kampanye pembersihan pantai bertajuk “Ocean Guardians”, workshop kreatif pemanfaatan kembali sampah plastik, hingga malam keakraban yang dikemas melalui kegiatan barbecue dan api unggun bersama seluruh peserta.

Bagi Nurahayateeh Salaeh, keikutsertaannya dalam program internasional tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga. Selain memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai budaya maritim Sulawesi Selatan, ia juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring pertemanan internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta mengenal lebih dekat nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia.

Partisipasi mahasiswa internasional UIN Palopo dalam The 9th International Cultural Program 2026 menunjukkan semakin terbukanya peluang kolaborasi antara UIN Palopo dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga menjadi bukti bahwa UIN Palopo terus mendorong internasionalisasi kampus melalui peningkatan mobilitas mahasiswa, penguatan pengalaman akademik global, dan pengembangan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan masyarakat dunia.

Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan internasional seperti ini, diharapkan mahasiswa UIN Palopo, baik mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa internasional, mampu menjadi duta budaya yang menjunjung tinggi nilai toleransi, keberagaman, serta semangat kolaborasi global sesuai dengan visi UIN Palopo sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing internasional.

#Jalur3UINPalopo

Tinggalkan komentar

Translate »