Kemahasiswaan dan Kerja Sama

St. Raodah P. Natasya, Mahasiswa Hukum Tata Negara UIN Palopo, Raih Pengalaman Berharga melalui KKN Internasional di Thailand

Phatthalung, Thailand – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi St. Raodah P. Natasya, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo. Melalui penempatan di Stree Darul Hedayah School, Phatthalung, Thailand, ia memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperluas wawasan mengenai pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial di lingkungan internasional. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter, meningkatkan kemampuan adaptasi, serta memperkuat kompetensi sebagai mahasiswa yang memiliki daya saing global.

Hari pertama berada di Thailand memberikan kesan yang mendalam bagi St. Raodah P. Natasya. Perbedaan budaya langsung terasa, terutama dari sisi kuliner yang memiliki cita rasa khas dengan dominasi rasa asam dan pedas, berbeda dengan makanan Indonesia yang kaya akan rempah. Meskipun pada awalnya membutuhkan proses penyesuaian, pengalaman tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Thailand, seperti tom yum dan berbagai olahan seafood segar yang menjadi menu favorit masyarakat setempat. Selain itu, keramahan masyarakat Thailand yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan saling menghormati membuat proses adaptasi berlangsung lebih mudah sehingga ia merasa diterima dengan baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama menjalankan KKN Internasional di Stree Darul Hedayah School, St. Raodah P. Natasya aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Ia mengajarkan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Melayu kepada para siswa sebagai upaya memperkenalkan bahasa serumpun sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Proses pembelajaran dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif, percakapan sederhana, serta berbagai aktivitas yang mendorong partisipasi aktif siswa. Antusiasme yang ditunjukkan para siswa dalam setiap kegiatan menjadi motivasi tersendiri untuk terus menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Kontribusinya tidak hanya terbatas pada pembelajaran akademik. Ia juga mendampingi siswa dalam kegiatan mengaji, membantu memperbaiki bacaan Al-Qur’an, serta membimbing mereka dalam menghafal ayat-ayat suci. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan karena memberikan ruang untuk berbagi ilmu sekaligus mempererat hubungan emosional dengan para siswa melalui nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan bersama.

Sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik, St. Raodah juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Melalui kegiatan praktik langsung, siswa diajak membersihkan ruang kelas, menjaga kerapian lingkungan sekolah, dan membiasakan perilaku hidup bersih serta sehat. Edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan bersama.

Dalam pelaksanaan program, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perbedaan bahasa. Bahasa Thailand menjadi kendala utama dalam komunikasi sehari-hari, baik dengan siswa maupun masyarakat sekitar. Namun, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat untuk tetap menjalankan tugas pengabdian secara maksimal. Ia memanfaatkan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, menggunakan komunikasi nonverbal melalui bahasa tubuh, serta memperoleh bantuan dari para guru setempat sebagai penerjemah ketika diperlukan. Di sisi lain, ia juga berinisiatif mempelajari kosakata dasar dan percakapan sederhana dalam Bahasa Thailand sehingga komunikasi dengan siswa dan masyarakat menjadi semakin baik dari waktu ke waktu.

Pengalaman selama mengikuti KKN Internasional menunjukkan bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung dari mahasiswa kepada siswa, tetapi juga sebaliknya. Interaksi sehari-hari memberikan banyak pelajaran mengenai budaya, kebiasaan, nilai-nilai kehidupan, serta cara masyarakat Thailand membangun hubungan sosial yang harmonis. Pengalaman tersebut memperluas perspektif tentang pentingnya toleransi, kemampuan beradaptasi, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya di tengah kehidupan masyarakat global.

Bagi St. Raodah P. Natasya, keikutsertaan dalam Program KKN Internasional merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. Berbagai pengalaman yang diperoleh selama berada di Stree Darul Hedayah School menjadi bekal berharga dalam mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan sosial, serta karakter kepemimpinan. Pengalaman tersebut membuktikan bahwa perbedaan budaya, bahasa, dan kebiasaan bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan kesempatan untuk saling belajar, berbagi, dan tumbuh bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan manfaat yang telah diberikan dapat terus dirasakan oleh para siswa dan masyarakat setempat, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UIN Palopo untuk terus berkontribusi dalam pengabdian masyarakat di tingkat internasional.

Penulis  : St. Raodah P. Natasya
#Jalur3UINPalopo

Tinggalkan komentar

Translate »