
Universitas Islam Negeri Palopo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan melalui partisipasi aktif pada kegiatan Seminar Nasional Islamic Economics Competition (INCOME) 2026. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor III UIN Palopo hadir sebagai narasumber dengan membawakan materi bertajuk Green Economy atau ekonomi hijau.
Kegiatan seminar nasional ini diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Sharia Economic Associations (SEA) UIN Palopo pada Kamis, 7 Mei 2026, bertempat di Auditorium Phinisi UIN Palopo. Seminar mengangkat tema besar “Transformasi Digital dalam Strategi Penguatan Industri Halal Menuju Kemandirian Ekonomi Umat yang Berkelanjutan” dengan subtema “Transformasi Ekonomi Hijau sebagai Strategi Pembangunan Nasional.”
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, akademisi, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi syariah dan industri halal di Indonesia. Seminar berlangsung dengan antusias dan menjadi wadah diskusi ilmiah mengenai tantangan serta peluang ekonomi hijau di era transformasi digital saat ini.

Dalam pemaparannya, Wakil Rektor III UIN Palopo menekankan bahwa konsep green economy merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional yang berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan semata, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan, efisiensi sumber daya, dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Beliau juga menyampaikan bahwa transformasi digital memiliki peran penting dalam memperkuat industri halal di Indonesia. Digitalisasi dinilai mampu membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan daya saing produk halal, serta mendorong terciptanya ekosistem ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.
“Ekonomi hijau dan transformasi digital harus berjalan beriringan agar mampu menciptakan sistem ekonomi yang inklusif, inovatif, dan ramah lingkungan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi muda yang adaptif terhadap perubahan dan mampu menghadirkan solusi ekonomi masa depan,” ungkapnya dalam sesi seminar.
Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa Seminar Nasional INCOME 2026 menjadi salah satu agenda akademik tahunan yang bertujuan meningkatkan literasi mahasiswa terhadap isu-isu ekonomi syariah kontemporer, khususnya yang berkaitan dengan industri halal, transformasi digital, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep ekonomi syariah secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi umat di masa mendatang. Seminar ini sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antara akademisi, organisasi mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan bersama.