
Palopo, 2 Mei 2026 – Hari Pendidikan Nasional
Di tengah khidmatnya peringatan Hari Pendidikan Nasional, ada satu pemandangan yang menyisakan ruang hening untuk direnungkan. Bendera berkibar, lagu kebangsaan menggema, dan semangat pendidikan seharusnya menyatukan langkah seluruh elemen kampus. Namun, realitas berkata lain—tidak semua hadir dalam momentum yang sarat makna ini.

Dalam barisan yang tampak, hanya sebagian kecil wajah-wajah yang mewakili denyut organisasi kemahasiswaan UIN Palopo 2026. Ada Menwa dengan sikap tegapnya, HMPS HTN dengan semangat intelektualnya, SIBOLA dengan identitas kulturalnya, Pramuka dengan jiwa kedisiplinannya, serta Grafity dengan kreativitasnya. Mereka hadir, berdiri, dan mengambil bagian. Tetapi di balik kehadiran itu, terasa kekosongan dari yang seharusnya turut membersamai. Masih banyak pengurus lembaga yang enggan untuk hadir mewakili lembaganya.
Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni. Ia adalah cermin tentang sejauh mana kita memaknai pendidikan, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga dalam kesadaran kolektif sebagai insan akademik. Ketika sebagian memilih absen, yang hilang bukan sekadar jumlah, tetapi makna kebersamaan, nilai tanggung jawab, dan ruh partisipasi.
Renungan ini bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk menyadarkan. Bahwa pendidikan sejatinya tidak hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kehadiran hadir secara fisik, hadir dalam kepedulian, dan hadir dalam komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Terima kasih kepada teman teman yang telah hadir mewakili lembaganya.
Semoga langkah kecil dari yang hadir hari ini akan menjadi api yang menyalakan kesadaran yang lebih besar esok hari. Karena pada akhirnya, pendidikan tidak akan pernah berdiri kokoh jika kita sendiri tidak berdiri bersamanya.
#jalur3UINPalopo.