Kemahasiswaan dan Kerja Sama

Mahasiswa UIN Palopo Diperkuat Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus

Palopo – Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggelar kegiatan Rekrutmen dan Pelatihan Relawan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) bagi mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Kampus III Jalan Tokasirang, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan mahasiswa dari empat fakultas ini dilaksanakan selama dua hari dengan mengusung tema “Penguatan Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Kampus Aman dan Bebas Kekerasan Seksual serta Perilaku Menyimpang di Perguruan Tinggi.” Tema tersebut menjadi refleksi komitmen UIN Palopo dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh civitas akademika.

Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pencegahan dan penanganan, serta peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Selain itu, pelatihan ini juga menekankan pentingnya sensitivitas gender, empati terhadap korban, serta keberanian untuk melapor dan menindaklanjuti setiap kasus yang terjadi.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan relawan Satgas PPKS di kalangan mahasiswa merupakan langkah konkret dalam memperluas jangkauan edukasi serta meningkatkan kesadaran kolektif terhadap isu kekerasan seksual di perguruan tinggi.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Palopo dalam keterangannya menyampaikan harapannya terhadap para mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini. Meskipun tidak dapat hadir secara langsung, ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting sebagai pelopor terciptanya budaya kampus yang sehat dan bermartabat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi, mencegah, serta berkontribusi aktif dalam penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Satgas PPKS harus menjadi ruang aman bagi korban sekaligus garda terdepan dalam membangun kesadaran kolektif,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan seluruh elemen kampus dalam menciptakan sistem pencegahan yang berkelanjutan serta responsif terhadap setiap laporan yang masuk.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan relawan-relawan Satgas PPKS yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga integritas dan kepedulian tinggi terhadap isu perlindungan gender dan anak. Dengan demikian, UIN Palopo dapat terus memperkuat komitmennya sebagai kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual.

#Jalur3UINPalopo

Tinggalkan komentar

Translate »