
Palopo, Indonesia — Semangat inovasi dan kolaborasi mahasiswa kembali menunjukkan wajah terbaiknya. Mahasiswa dari UIN Palopo berhasil menerbitkan dua buku inspiratif berjudul Best Practice Journey, yang merupakan hasil refleksi dan dokumentasi kegiatan benchmarking tahun 2025 ke tiga kampus ternama di Indonesia.
Kegiatan benchmarking tersebut dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Mas Said Surakarta, dan UIN Walisongo Semarang. Ketiga kampus ini dikenal sebagai pusat pengembangan kelembagaan kemahasiswaan yang progresif dan inovatif, sehingga menjadi rujukan strategis dalam meningkatkan kualitas organisasi mahasiswa.
Dua buku yang dihasilkan bukan sekadar laporan perjalanan, melainkan karya intelektual yang memuat praktik terbaik (best practices), strategi pengelolaan organisasi, budaya akademik, hingga model kepemimpinan mahasiswa yang adaptif di era modern. Buku ini menggabungkan pengalaman empiris, analisis kritis, serta refleksi mendalam yang disusun secara sistematis dan inspiratif. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasikan pengalaman lapangan menjadi karya ilmiah yang bernilai. Proses penyusunan buku melibatkan kerja kolaboratif lintas bidang, mulai dari riset, penulisan, editing, hingga publikasi, yang semuanya dikelola langsung oleh mahasiswa.
Lebih dari itu, penerbitan Best Practice Journey menjadi tonggak penting dalam penguatan budaya literasi di lingkungan organisasi kemahasiswaan. Karya ini diharapkan menjadi referensi nasional bagi lembaga kemahasiswaan di berbagai perguruan tinggi dalam merancang program kerja yang inovatif, terukur, dan berdampak luas.Ketua tim penulis menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual dalam membangun kapasitas diri. “Kami belajar bahwa organisasi yang hebat lahir dari sistem yang kuat, kepemimpinan yang visioner, dan budaya kolaborasi yang sehat. Buku ini adalah warisan gagasan yang ingin kami bagikan kepada seluruh mahasiswa Indonesia,” ujarnya.
Pihak kampus UIN Palopo juga memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Menurutnya, ini merupakan manifestasi nyata dari tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa. Ke depan, kampus berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya karya-karya produktif yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Narasi keberhasilan ini menjadi inspirasi bahwa kegiatan lembaga kemahasiswaan tidak boleh berhenti pada seremoni atau rutinitas administratif semata. Lebih dari itu, setiap program harus mampu melahirkan output konkret yang berdampak, seperti karya ilmiah, buku, maupun inovasi sosial.
Dengan terbitnya dua buku Best Practice Journey, mahasiswa UIN Palopo telah menunjukkan bahwa dari sebuah perjalanan belajar, dapat lahir karya yang menginspirasi. Ini bukan sekadar capaian, tetapi juga pesan kuat bahwa mahasiswa UIN Palopo mampu menjadi motor perubahan melalui ide, karya, dan aksi nyata. Buku ini sudah dapat dibaca di perpustakaan UIN PALOPO.
